Sepertinya di setiap akhir game, setelah para karakter Dynasty Warriors mempersatukan China, mereka bereinkarnasi kembali ke awal pemberontakan Yellow Turban dan mengulang kembali kisah mereka di Dynasty Warriors berikutnya. Tapi jangan khawatir, Tecmo Koei kini mempersembahkan berbagai macam fitur baru yang akan membuat kisah tiga negara ini menjadi lebih menarik.
Sama seperti Dynasty Warriors 7, Dynasty Warriors 8 juga memiliki Story Mode. Namun berbeda dengan Story Mode Dynasty Warriors 7 yang linear, pada game ini kita bisa melakukan sesuatu pada sebuah stage agar ceritanya berubah. Apakah kalian bosan melihat Sun Jian yang terlalu cepat mati? Pada Dynasty Warriors 8, kita bisa menyelamatkan sang pimpinan Wu tersebut agar bisa hidup lebih lama. Bahkan tergantung dari cara kita main, Story Mode ini bisa pergi ke cerita hipotetis, menjadikan game ini memiliki versi ending berbeda dari akhir kisah Romance of the Three Kingdoms dari ending yang mengikuti novelnya.
Dynasty Warriors baru berarti karakter baru. Kali ini kita akan mendapatkan dua karakter baru untuk kerajaan Wei, Yue Jin dan Li Dian, dua karakter baru untuk kerajaan Wu, Han Dang dan Lu Su, tiga karakter baru untuk kerajaan Shu, Guan Xing, Zhang Bao dan Guan Yinping, serta tiga karakter baru untuk kerajaan Jin, Jia Chong, Wen Yang dan Zhang Chunhua.
Masalah banyaknya karakter yang memiliki senjata sama di Dynasty Warriors 7 kini sudah diselesaikan. Masing-masing karakter memiliki senjata unik, namun mereka tidak terkunci di senjata tersebut, karena sama seperti sebelumnya, kita diijinkan untuk membawa dua buah senjata. Hal ini membuat karakter yang senjatanya kurang enak (misalnya Xu Zhu), bisa kita mainkan dengan membawa senjata lain.
Gameplay Dynasty Warriors 8 masih menggunakan sistem yang sama dengan Dynasty Warriors 7, namun kali ini Tecmo Koei telah menyempurnakannya dan ditambah dengan fitur baru bernama weapon affinity. Masing-masing senjata memiliki affinity bernama Heaven, Earth dan Man dimana Heaven mengalahkan Earth, Earthmengalahkan Man, dan Man mengalahkan Heaven. Menyerang menggunakan senjata yang tidak cocok akan menyebabkan kekalahan, oleh karena itu kita sebaiknya membawa dua senjata dengan affinity berbeda.
Dengan memanfaatkan sistem affinity ini, kita bisa melakukan Storm Rush, yaitu menyerang musuh secara bertubi-tubi apabila affinity kita menang, atau menggunakan Switch Counter, yaitu mengganti senjata ketika diserang dan menghajar lawan apabila affinity kita kalah.
Masing-masing karakter kini memiliki tiga buah Musou, dua buah Musou di darat dan satu buah Musou di udara. Kita juga akan bisa menggunakan Rage kalau Rage-bar sudah penuh. Dalam mode Rage ini, karakter kita akan menjadi sangat kuat dan kita akan bisa menggunakan Rage Attack dimana gerakan tersebut berupa seranganMusou ala Dynasty Warriors 6 ke bawah. Tecmo Koei juga telah membawa kembali sistem experience untuk naiklevel, weapon drop yang random, serta sistem weapon crafting. Tapi yang paling penting, setelah hilang diDynasty Warriors 7, kini serangan Jump Charge telah dikembalikan lagi.
Selain Story Mode, Dynasty Warriors 8 juga menyediakan Free Mode dan Ambition Mode. Free Mode adalah mode untuk memainkan sebuah stage secara bebas dengan karakter apapun, bahkan kita bisa memilih untuk bermain sebagai pihak lawan. Tapi yang paling menarik di sini adalah Ambition Mode, sebuah mode yang boleh dibilang adalah gabungan antara Xtreme Mode dan Legend Mode.
Inti dari Ambition Mode adalah untuk membangun sebuah camp bernama Tongquetai agar bisa menjadi makmur dan akhirnya dikunjungi oleh sang Emperor. Untuk meng-upgrade camp tersebut, kita harus ikut dalam berbagai macam perang untuk bisa mengumpulkan anak buah, material dan ketenaran. Semakin makmur desa kita, maka semakin banyak pula fasilitas yang akan hadir di dalamnya. Kita juga bisa sedikit mengkustomisasi desa tersebut dengan memasang simbol di tengah-tengahnya.
Sedikit masalah mungkin ditemukan pada stage yang disediakan dalam game ini. Memang banyak stage baru disediakan yang berukuran raksasa, namun entah ide darimana yang membuat Tecmo Koei menjadikan stage-stage ini bagaikan labirin yang sangat sulit untuk dijelajahi tanpa bantuan dari peta. Bersiaplah untuk bingung tidak hanya di Stone Sentinel Maze buatan Zhuge Liang, namun juga di stage-stage lain.